INDAHNYA BAHASA ARAB PART 7

Jenis-jenis hujan didalam Al qur’an

١. اَلطَّلُّ: اَلرَّذَاذُ مِنَ الْمَطَرِ

1. Thallun: Hujan rintik-rintik (gerimis)

Seperti dalam firman Allah surat al baqoroh ayat 265:

وَمَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ وَتَثْبِيتًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ فَآتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِنْ لَمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ ۗ

“Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis

٢. اَلْوَابِلُ: اَلْمَطَرُ الشَّدِيْدُ كَبِيْرُ الْقَطْرَةِ

2. Al waabilu: Hujan deras tetesannya besar (hujan lebat).

Seperti dalam al qur’an surat al baqoroh ayat 265:

كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ

“Seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat

٣. اَلْغَيْثُ : اَلْمَطَرُ بَعْدَ الْجَدْبِ وَالْقَحْطِ

3. Al Ghaitsu: Hujan setelah musim kekeringan & kemarau panjang

Seperti dalam firman Allah surat asy-syura ayat 28:

وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ ۚ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ

“Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji”

٤. اَلْمُنْهَمِرُ اَلْمَطَرُ يَنْصِبُ اِنْصِبَابًا شَدِيْدًا

4. Almunhamiru hujan yang turun dengan curahan yang deras.

Seperti dalam firman Allah surat Al qomar ayat 11:

فَفَتَحْنَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ بِمَاءٍ مُنْهَمِرٍ

“Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *