Keindahan & Kekayaan Bahasa Arab Part 5

Perbedaan kata ( بَرٌّ – بِرٌّ – بُرٌّ )

بَرٌّ

Dengan memfathahkan huruf Ba’ maka maknanya daratan.

Contoh dalam al qur’an surat ar rum ayat 41 :

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَاكَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ

“Telah nampak kerusakan didarat dan dilaut disebabkan oleh tangan-tangan manusia”

Kata بَرٌّ disebutkan dalam al qur’an sebanyak 13 kali

بِرٌّ

Dengan mengkasrohkan huruf Ba’ artinya kebaikan/berbuat baik (berbakti).

Contoh yang memiliki arti kebaikan dalam Al qur’an surat Ali Imron 92 :

لَنْ تَنَالُوْ الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوْامِمَّاتُحِبُّوْنَ

“Kalian tidak akan mendapatkan kebaikan sampai kalian menginfaqkan apa-apa yang kalian cintai”

Adapun contoh yang memiliki arti berbuat baik/berbakti dalam hadits Nabi صلى الله عليه وسلم:

عَنْ عَبْدِاللهِ ابن مسعود رضي الله عنه قَالَ : سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ؟ قَالَ اَلصَّلَاةُ لِوَقْتِهَا قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ ؟ قَالَ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ اَلْجِهَادُفِي سَبِيْلِ اللهِ

“Dari Abdullah bin Mas’ud dia berkata : Aku bertanya kepada Nabi صلى الله عليه وسلم amalan apa yang paling utama? beliau menjawab : shalat pada waktunya.aku berkata kemudian apa lagi? beliau menjawab : berbakti kepada kedua orang tua, aku berkata kemudian apalagi?beliau menjawab : jihad dijalan Allah”

Kata بِرٌّ disebutkan dalam al qur’an sebanyak 18 kali

بُرٌّ

Dengan mendhammahkan huruf Ba’ artinya gandum

Contoh dalam hadits Nabi صلى الله عليه وسلم

الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَ الْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلاً بِمِثْلٍ يَدًا بِيَدٍ فَمَنْ زَادَ أَوِ اسْتَزَادَ فَقَدْ أَرْبَى الآخِذُ وَالْمُعْطِى فِيهِ سَوَاءٌ

“Jika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Barangsiapa menambah atau meminta tambahan, maka ia telah berbuat riba. Orang yang mengambil tambahan tersebut dan orang yang memberinya sama-sama berada dalam dosa.” (HR. Muslim no. 1584)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *