WAHAI SAUDARAKU MENGAPA ENGKAU MALAS BELAJAR BAHASA ARAB?

 Saudara/iku yang dirahmati Allah…

Sebagai seorang muslim saudara/i pasti tahu bahwa shalat fardhu hukumnya wajib untuk ditegakkan sehari semalam sebanyak 5 kali…

Saya yakin saudara/i juga tahu bahwa bacaan didalam shalat semuanya menggunakan bahasa Arab dan tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apapun.

Saudara/iku yang dirahmati Allah…

Tahukah saudara bahwa substansi sholat hakikatnya adalah doa dan dialog antara seorang hamba dengan Sang Pencipta. Setiap ucapan yang kita lantunkan dalam shalat hakikatnya adalah dzikir dan do’a

Saudara/iku yang dirahmati Allah…

Bisa saudara bayangkan ..seandainya saudara tidak bisa berbahasa Arab, bagaimana mungkin saudara bisa berdialog dengan Allah?

Bagaimana mungkin saudara bisa memohon kepada Allah dengan penuh kekhusyuan, sementara saudara tidak memahami bahasa Arab yang terkandung dalam setiap bacaan-bacaan shalat

Saudaraku..memang betul dan tidak salah, jika dalam shalat walaupun saudara tidak memahami bacaan sholat, asalkan rukun-rukunnya tidak ditinggalkan, sholat anda tetap sah dan kewajiban saudara sudah gugur.Tapi substansi shalat itu sendiri tidak bisa saudara dapatkan.Ibarat seekor keledai yang membawa pasir , namun dia sendiri tidak tahu beban apa yang sedang dia pikul

Saudaraku yang dirahmati Allah…

Bila saudara dihadapkan pada 2 pilihan , pilihan pertama saudara shalat dengan khusyu’ faham apa yang saudara baca, saudara betul-betul merasa berdialog langsung dengan Allah azza wa jalla, saudara bisa menangis dalam shalat saudara. Sedangkan pilihan yang kedua, saudara shalat dengan penuh khusyu’ tapi saudara tidak memahami setiap bacaan shalat saudara, shalat hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban, dalam shalat saudara tidak merasakan dialog langsung sama Allah azza wa jalla, saudara tidak bisa meneteskan airmata dalam shalat saudara.Kira-kira saudara akan memilih pilihan yang pertama atau yang kedua?

Saudaraku…saya yakin semua orang pasti akan memilih pilihan yang pertama..tapi berapa banyak diantara mereka yang betul-betul ingin mewujudkan pilihan mereka tersebut?

Saudaraku…belajar bahasa arab butuh keistiqomahan dan kesabaran ,butuh pengorbanan waktu dan materi

Banyak diantara kaum muslimin yang belajar bahasa arab namun tidak sabar dalam menjalani prosesnya sehingga efeknya mereka terkena penyakit MUNTABER ( Mundur Tanpa Berita)

 Saudaraku yang dirahmati Allah…

Semoga untaian renungan ini bisa menggugah semangat saudara/iku untuk senantiasa semangat dan istiqomah dalam mempelajari bahasa robbul izzati, dan semoga tweet ini bisa membangunkan kita semua dari tidur panjang

Saudaraku…dipenghujung tweet ini saya kutipkan sebuah ungkapan renungan semoga bisa menjadi bahan renungan bagi kita semua

قَالُوْا مِسْكِيْنٌ مَنْ لَا يَعْرِفُ الْإِنْجِلِيْزِيَةَ لِأَنَّهُ لَا يَفْهَمُ كَلَامَ النَّاسِ، وَأَقُوْلُ مِسْكِيْنٌ مَنْ لَا يَعْرِفُ الْعَرَبِيَِّةَ لِأَنَّهُ لَايَفْهَمُ كَلَامَ رَبِّ النَّاسِ

“Mereka berkata: Orang Miskin itu adalah orang yang tidak faham bahasa Inggris, karena dia tidak bisa memahami perkataan Manusia , dan saya katakan: Orang Miskin adalah orang yang tidak faham bahasa arab karena dia tidak bisa memahami perkataan Ownernya / Robbnya Manusia”

Cikarang, 29 Desember 2017

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *