Mengapa Saya Harus Bisa Bahasa Arab ?

Saya yakin banyak orang berfikiran seperti ini: Ngapain sih belajar bahasa Arab? Saya kan bukan orang pesantrenan? Emangnya bahasa Arab kepake buat ngelamar kerja?

Saya juga dulu nggak pernah kepikiran untuk belajar bahasa Arab. Yang ada dulu, saya dimotivasi untuk belajar bahasa Inggris dan komputer. Katanya, kalau kita bisa dua kemahiran ini, kita akan sukses di dunia kerja. Gampang nyari kerjanya. Gajinya juga gede.

Makanya saya nggak pernah punya keinginan belajar bahasa Arab dari kecik. Hingga bertahun-tahun lamanya.

Hingga suatu ketika, di usia kepala 2 (ketika duduk di bangku kuliah umum), saya tersadar. Setelah banyak membaca buku agama dan nendengarkan nasihat para ustadz, saya baru sadar bahwa bahasa Arab itu penting. Bahkan jauh lebih penting dibandingkan dengan ilmu-ilmu dunia lainnya.

Sekarang, coba kita sedikit merenung. Kita dari kecil belajar matematika. Dari SD, SMP, SMA hingga kuliah kita belajar matematika. Belasan tahun kita belajar matematika. Bahkan sampai matematika tingkat tinggi seperti kalkulus, matematika teknik, statistika, dll.

Pertanyaannya sekarang: Apakah ilmu matematika yg belasan tahun kita pelajari kepake semua dalam kehidupan sehari-hari?

Ternyata banyak yang tidak terpakai. Ketika belanja di warung, kita cukup menggunakan matematika dasar yang kita pelajari di SD.

Nah, sekarang coba kita perhatikan lagi. Setiap hari kita sholat, berdo’a, berdzikir, dan membaca al-Qur’an. Untuk bisa mengerjakan semua itu dengan baik dan sempurna kita harus faham bahasa Arab.

Lalu, sudahkah kita mempelajari bahasa Arab?

Nah!

😓Bahasa Arab kan susah!

Ya, mungkin ada diantara kita yang berfikir demikian. Bahkan mungkin banyak.

Biasanya orang menganggap bahasa Arab itu susah karena beberapa alasan:

1.Belum pernah mencobanya.

2.Belum tau cara belajar yang efektif

3.Tidak memberi waktu yang realistis.

4.Kurang motivasi.

Maka, cobalah belajar bahasa Arab. Cari tau metode-metode belajar yang mudah dan efektif. Tanya-tanya orang yang sudah bisa bahasa Arab. Alhamdulillah, sekarang inj banyak metode belajar bahasa Arab bertebaran. Baik yang online maupun yang offline. Yang gratisan juga banyak. Tinggal kita pilih.

Kemudian, beri waktu yang realistis dalam mempelajarinya. Sebab, belajar itu butuh proses. Butuh waktu yang tidak sebentar. Kita saja perlu belajar bertahun-tahun untuk mengerti bahasa Inggris dan ilmu dunia lainnya.

Bagi Antum yang belum termotivasi belajar bahasa Arab, coba renungkan:

Dari kecil kita sudah diajarkan sholat. Alhamdulillah sampai saat ini kita masih terus mengerjakannya.

Namun, sudahkah sholat kita mengalami peningkatan dan perubahan yang lebih baik? Sudahkah kita fahami bacaan sholat kita? Sudahkah kita fahami ayat al-Qur’an yang kita baca dalam sholat kita? Sudahkah kita faham doa yang kita panjatkan dalam sholat? Sudahkah kita menghayati dzikir-dzikirnya?

Ataukah sholat kita kualitasnya masih sama dengan sholat kita di masa kecil??? Kita tidak mengerti sama sekali denga apa yang kita ucapkan???

Kalau untuk ilmu dunia kita semangat mempelajarinya bertahun-tahun, bahkan ada yang sampai S2 & S3. Kita juga rela keluar uang puluhan juta hingga ratusan juta. Semua itu untuk kesuksesan di dunia.

Lalu, bagaimana dengan bahasa Arab?

Mestinya kita harus lebih semangat lagi.. Kita harus lebih mau untuk berkorban uang, waktu, fikiran,…. dan segalanya.

Bukankah bahasa Arab itu untuk kesuksesan jangka panjang di akhirat kelak?!

Bukankah amalan yang pertama kali dihisab di akhirat kelak adalah sholat?

Mari kita semangat belajar bahasa Arab!

Mari kita perbagus ibadah keseharian kita dengan berbekal bahasa Arab!

Semoga kita dimudahkan untuk memahami bahasa Arab dan ilmu-ilmu bermanfaat lainnya.

Mumpung ada kesempatan…. Mumpung segala sesuatunya sekarang serba dimudahkan…. Sarana belajar banyak bertebaran…

Mari kita syukuri dengan memanfaatkannya sebaik mungkin. Jangan sampai kita sia-siakan. Sebelum penyesalan datang!

😊Semangat belajar BAHASA ARAB✊🏼

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *